Mahasiswa Ilmu Komunikasi ARS University Raih Juara Favorit Festival Film Internasional 2022

Mahasiswa Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam kelompok Akar Film berhasil meraih juara favorit dalam ajang kompetisi film internasional dalam gelaran Madani International Film Festival 2022. Dikutip dari mncitrijaya.com Madani International Film Festival merupakan ajang festival film berskala internasional yang bertujuan menggambarkan kehidupan kaum Muslim di berbagai belahan dunia, ketika Muslim menjadi mayoritas maupun minoritas. 

Madani International Film Festival dilaksanakan di Jakarta tanggal 8-15 Oktober 2022, dengan serangkaian program kegiatan, yakni: Perempuan Dunia Madani, Migrasi, Madani with Binus University, Madani Classic, East Cinema, Relaksasi Beragama, Madani Kids, dan Madani Short Film Competition dan masih banyak program lainnya.

Sugar Nadia, Festival Director, menyebutkan, “Tahun ini Madani IFF 2022 menerima 2.214 film yang telah mendaftar dari dalam dan luar negeri untuk program East Cinema dan Short Film Competition. Total film yang akan tayang di Madani IFF 2022 adalah 70 film dari 22 negara, serta 15 diskusi dari 30 pembicara dalam dan luar negeri.” 

Mengutip kastara.id Humas DKJ, Fransiskus Sena Pamudya Kirana melalui keterangan tertulis, menyebutkan “Dalam rapat penentuan pemenang, tim juri terdiri dari Garin Nugroho (sutradara), Inaya Wahid (aktor dan aktivis), Salman Faridi (CEO Bentang Pustaka) memilih pemenang pertama dan kedua, dan keputusan tim juri menambah kategori film pilihan juri, sedangkan pemenang favorit ditetapkan dari hasil voting netizen di akun instagram @bentangpustaka,” Ia menjelaskan, film-film pendek vertikal tersebut merupakan adaptasi bebas dari kumpulan cerita pendek Memburu Muhammad (2020) dan Bukan Perawan Maria (2021) karya penulis Feby Indirani yang diterbitkan Bentang Pustaka.

Garin Nugroho mengatakan, film-film yang terpilih menjadi pemenang memiliki kekuatan yang terletak pada kesederhanaan cara tutur serta isu yang mampu membangun empati, karya-karya yang dikerjakan dalam unsur-unsur sinematografi yang tergarap cukup baik dan didukung oleh akting dan visualisasinya yang diolah populer.

Untuk diketahui, ajang ini menyediakan hadiah sebesar Rp 24 juta. Hadiah tersebut merupakan dana hibah dari Indonesian IATSS Forum Alumni Association (IIFA) yang aktif mengadakan pelatihan bagi anak muda di berbagai bidang seperti kewirausahaan dan pendidikan. IIFA adalah organisasi alumni Indonesia penerima beasiswa pelatihan kepemimpinan IATSS Forum di Jepang yang telah berlangsung sejak 1985.

Adapun pengumuman pemenang yang disampaikan, sebagai berikut:
1. Pemenang pertama, yakni Sepotong Cokelat Untukmu karya Kincir Angin Lab dengan hadiah Rp 10 juta
2. Pemenang kedua, yakni Awang karya Kaki Langit Production dengan hadiah Rp 7 juta
3. Pemenang favorit, yakni Memburu Muhammad karya Akar Film dengan hadiah Rp 5 juta
4. Pemenang pilihan juri, yakni Pertanyaan Malaikat karya Ilham Imanuddin dengan hadiah Rp 2 juta.

Leave a Reply